INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, meminta jajaran Pekerjaan Umum meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Penegasan itu disampaikan Leonard saat memimpin Upacara Peringatan Hari Bakti ke-80 Pekerjaan Umum Tahun 2025 di Halaman Kantor Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa, 16 Desember 2025.
Menurut Leonard, meningkatnya intensitas curah hujan harus direspons dengan kesiapan seluruh unsur yang menangani infrastruktur. Pengelolaan sumber daya air, kondisi jalan dan jembatan, hingga kesiapan menghadapi mobilitas masyarakat selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi perhatian.
“Seluruh infrastruktur harus dipastikan dalam kondisi baik, aman, dan mantap agar mampu mendukung aktivitas masyarakat serta kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Ia menekankan, tugas insan PU tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemeliharaan, pengawasan, dan memastikan infrastruktur tetap berfungsi ketika menghadapi kondisi darurat juga menjadi bagian penting dari tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Leonard mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan nilai pengabdian yang menjadi dasar peringatan Hari Bakti PU. Nilai itu, menurut dia, berangkat dari sejarah perjuangan tujuh pegawai PU atau Sapta Taruna yang gugur pada 3 Desember 1945 dalam mempertahankan Gedung Sate di Bandung.
“Pengabdian adalah jiwa dari Hari Bakti PU dan harus terus dipelihara,” katanya.
Nilai perjuangan tersebut kemudian dirumuskan dalam Sapta Bakti Insan PU yang menekankan pentingnya integritas, kecepatan, kecermatan, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas pembangunan.
Leonard menilai tantangan pembangunan infrastruktur saat ini semakin kompleks. Karena itu, insan PU dituntut tidak hanya bekerja keras, tetapi juga mampu bergerak cepat dan mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi berbagai persoalan di lapangan.
Selain kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. Setiap pekerjaan, kata dia, harus mengutamakan kualitas, keselamatan, serta manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia turut menyinggung strategi pembangunan infrastruktur nasional melalui PU608 yang dikaitkan dengan pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi pembangunan, mendukung pengentasan kemiskinan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Leonard juga menekankan pentingnya program yang melibatkan masyarakat secara langsung, seperti Padat Karya Tunai dan Infrastruktur Berbasis Masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga membuka ruang bagi penguatan ekonomi masyarakat.
“PU harus hadir tidak hanya sebagai pembangun fisik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Menjelang periode Natal dan Tahun Baru, Leonard meminta seluruh jajaran terkait meningkatkan pengawasan terhadap infrastruktur vital, terutama jalan, jembatan, dan sistem pengelolaan sumber daya air.
Ia berharap kesiapan tersebut dapat meminimalkan risiko gangguan terhadap aktivitas masyarakat apabila terjadi cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Tengah.
Penulis: Bitro
Editor: Maulana Kawit