
INTIMNEWS.COM, ATAMBUA – Sosok Dr. Jose Ramos Horta (JRH) calon presiden Timor Leste nomor urut 14 yang diusung Partai CNRT, di harapkan oleh masyarakat untuk bisa membuat perubahan pada pemerintahan Timor Leste.
“Sebagian omongan di luar sih, masyarakat pengen perubahan, dan mereka pikir JRH adalah sosok yg bisa membantu proses ini,” ungkap Kiera Zein, warga Timor Leste, ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsappnya, Sabtu 12 Maret 2022.
Kiera Zein yang adalah pendiri lembaga Insight Timor Leste dan banyak melakukan survey politik, ekonomi, sosial dan budaya Timor Leste.
Dirinya mengatakan JRH selain dinilai punya kemampuan personal juga berpengelaman membangun diplomasi dan pergaulan Internasional.
Pilpres di Negara pecahan Indonesia ini akan dilaksanakan pada pekan depan, Sabtu, 19 Maret 2022.
Jumlah Capres terbilang lumayan banyak, yaitu 16 orang. Sehingga diperkirakan akan masuk ke putaran berikutnya.
“Jumlah suara yang diraih dan diprosentasekan, Kemungkinan besar dua putaran,” kata Kiera Zein.
Namun menurut Kiera Zein, kontalasi bisa saja berubah sebab adanya ketidakpuasan publik atas Pemerintahan sebelumnya.
“Tapi bisa saja terjadi kemungkinan lain, karena masyarakat juga sudah muak dengan pemerintahan 4 tahun ini, tanpa perkembangan apa – apa,” pungkasnya.
Pilpres di Timor Leste ini walau diikuti 16 kandidat presiden, namun banyak kalangan menyebutkan bahwa rivalitas utama masih antara Fretilin yang dipimpin Mari Alkatiri dan CNRT yang dikomandoi Kayrala Xanana Gusmao.
Alkatiri bersama partai Fretelin kembali mengusung Francisco Gutteres (Lu Olo) nomor urut 6 yang saat ini adalah Presiden Timor Leste.
Xanana dan CNRT mengusung JRH yang adalah juga mantan Presiden ke 2 Timor leste semenjak merdeka.
Ramos-Horta diakui sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh berkat langkah-langkah diplomatis yang dilakukannya.
Pada tahun 1996 pria yang lahir di Dili pada 26 Desember 1949 ini mendapatkan penghargaan Nobel perdamaian bersama uskup Carlos Felipe Ximenes Belo.
Editor: Andrian