
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA, – Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H Rizky Ramadhana Badjuri menegaskan dukungannya terhadap visi-misi Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, khususnya dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berkelanjutan.
Langkah ini dianggap strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemanfaatan SDA terbarukan secara optimal, Rabu 5 Maret 2025 .
Rizky menekankan bahwa sektor perkebunan merupakan salah satu elemen penting dalam struktur ekonomi Kalimantan Tengah.
Ia menyatakan bahwa program visi-misi Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memiliki poin penting yang harus disinergikan, terutama dalam pengembangan sektor sumber daya alam, Saat turut menghadiri rapat paripurna DPRD Provinsi Kalteng.
“Tentunya kita mendukung program visi dan misi Gubernur Kalteng seperti yang tadi kita dengarkan pada pidatonya bahwa ada rencana pada pengembangan potensi di SDA,” kata Kadis Perkebunan saat diwawancarai Intimnews di depan Kantor DPRD Provinsi Kalteng.
Dukungan ini bukan tanpa alasan. Kalteng memiliki potensi besar di sektor perkebunan, terutama kelapa sawit, karet, dan rotan, yang dapat menjadi perputaran ekonomi daerah.
Namun, yang lebih penting adalah bagaimana potensi ini dikelola dengan pendekatan berkelanjutan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.
Sejalan dengan visi-misi gubernur, Dinas Perkebunan akan fokus pada peningkatan produktivitas perkebunan melalui teknik budidaya modern, penggunaan bibit unggul, serta penerapan praktik ramah lingkungan.
Peningkatan industri hilir juga menjadi perhatian utama agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi sebelum dipasarkan, sehingga Kalteng tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga pemain dalam industri pengolahan.
“Kemitraan dengan berbagai pihak akan terus diperkuat, termasuk dengan perusahaan besar dan petani lokal, guna menciptakan keseimbangan antara ekonomi dan sosial,” jelas Rizky.
Pemerintah sendiri akan memastikan bahwa skema kemitraan ini berjalan adil dengan memberikan pendampingan kepada petani, baik dalam peningkatan produksi maupun akses pasar yang lebih baik.
Salah satu referensi dalam pengelolaan SDA terbarukan adalah Provinsi Riau. Daerah ini berhasil meningkatkan PAD melalui konsep perkebunan berkelanjutan yang menggabungkan peran pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.
Riau menerapkan skema kemitraan antara petani dan perusahaan, di mana petani mendapatkan pendampingan dalam meningkatkan produksi serta akses pasar yang lebih baik.
“Dengan pendekatan ini, produksi sawit meningkat, tetapi tetap dalam koridor keberlanjutan dengan adanya kebijakan replanting (peremajaan kebun) yang terencana,” ungkapnya.
Selain itu, Sulawesi Selatan juga menjadi contoh keberhasilan pengelolaan SDA dengan mengembangkan komoditas kakao menggunakan pendekatan ramah lingkungan.
“Pemerintah daerah di sana memberikan pelatihan kepada petani mengenai praktik pertanian berkelanjutan, penggunaan pupuk organik, serta teknik panen yang meningkatkan kualitas kakao,” ucap Rizky.
“Hasilnya, tidak hanya produksi meningkat, tetapi juga ekspor kakao Sulawesi Selatan naik secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” sambungnya.
Dengan mengadopsi praktik terbaik dari daerah lain, Kalteng memiliki peluang besar untuk meningkatkan PAD dari sektor perkebunan.
Dalam mendukung visi-misi Gubernur Agustiar Sabran, kebijakan pengelolaan SDA di Kalteng akan difokuskan pada keberlanjutan.
Setiap kebijakan yang dibuat mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang sedang dipersiapkan Dinas Perkebunan adalah peremajaan perkebunan rakyat. Banyak kebun sawit dan karet yang sudah tua dan tidak produktif lagi, sehingga perlu diganti dengan tanaman yang lebih unggul.
“Pemerintah akan memberikan dukungan berupa bibit unggul, pendampingan teknis, serta akses pembiayaan agar petani bisa meningkatkan hasil panennya,” urainya.
Diversifikasi komoditas juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Tidak hanya bergantung pada sawit dan karet, Kalteng juga memiliki potensi besar di sektor rotan, kopi, dan tanaman herbal yang memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.
Dinas Perkebunan juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap program. Oleh karena itu, program pemberdayaan petani akan terus diperkuat melalui pelatihan, bantuan alat produksi, serta fasilitasi akses pasar.
Dalam skala nasional, pemerintah pusat saat ini tengah fokus pada program Asta Cita, yang menitikberatkan pada pembangunan ekonomi berbasis keberlanjutan. Dengan adanya program ini, setiap daerah diharapkan bisa mengembangkan potensi lokalnya dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
“Kalteng bisa mengambil bagian dalam program ini dengan memperkuat sektor perkebunan sebagai sumber PAD yang berkelanjutan. Kolaborasi dengan kementerian terkait akan terus dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan di daerah sejalan dengan visi pembangunan nasional,” papar Rizky.
Dalam konteks ini, dukungan terhadap penguatan industri hilir menjadi salah satu agenda penting. Dengan adanya industri pengolahan, produk perkebunan dari Kalteng tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga dalam bentuk produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan sektor swasta, Kalteng memiliki peluang besar untuk menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan SDA yang berkelanjutan,” benernya.
Kepala Dinas Perkebunan Kalteng menegaskan bahwa komitmen ini bukan hanya sekadar wacana, tetapi akan diimplementasikan melalui kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Harapan besar terletak pada bagaimana sektor perkebunan di Kalteng bisa terus berkembang dengan cara yang ramah lingkungan dan memberikan kesejahteraan bagi semua pihak.
“Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang masa depan daerah dan keberlanjutan sumber daya alam yang dimiliki,” tutur Rizky.
Dengan langkah-langkah yang sudah dirancang, Kalteng siap memasuki era baru dalam pengelolaan SDA.
Visi besar Gubernur Agustiar Sabran dalam pembangunan berkelanjutan kini mulai diwujudkan melalui program nyata yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat.
“Maka dengan adanya program ini kita harapkan ini menjadi sebuah potensi untuk masyarakat baik yang berdampak pada perekonomian maupun kebutuhan sosial, masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Redha
Editor: Andrian