INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menegaskan komitmennya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat melalui program pelatihan berbasis potensi lokal.
Kepala Disnakertrans Kalteng, Farid Wajdi, menyampaikan hal itu saat membuka kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja (DBH DR) melalui pelatihan Handicraft, Budidaya Madu, Anyaman Rotan, dan Tata Boga di Desa Hiyang Bana, Kabupaten Katingan, Senin, 29 September 2025.
Farid menjelaskan, pemanfaatan Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) tidak hanya difokuskan pada kegiatan fisik, tetapi juga diarahkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui keterampilan yang bernilai ekonomi.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat mengembangkan keterampilan yang bernilai ekonomi dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi diri sendiri maupun masyarakat sekitar,” kata Farid.
Ia menambahkan, sektor-sektor yang dipilih untuk pelatihan merupakan potensi lokal yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan dan dipasarkan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Farid menekankan bahwa program pelatihan harus dilaksanakan dengan pendekatan berkelanjutan. Pendampingan dan penguatan akses pasar menjadi kunci agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat memberi manfaat nyata.
“Pelatihan ini jangan hanya berhenti di sini, tapi harus terus ditindaklanjuti dengan pendampingan. Kami ingin masyarakat tidak hanya bisa memproduksi, tetapi juga mampu menjual hasil karyanya sehingga memberi nilai tambah bagi perekonomian keluarga,” ujarnya.
Selain itu, Farid menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar pihak. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal perlu berjalan bersama untuk keberhasilan program.
“Kolaborasi ini menjadi kunci agar program perluasan kesempatan kerja benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar, termasuk potensi ekspor produk lokal.
“Produk-produk berbasis kerajinan, pertanian, dan kuliner memiliki peluang besar jika dikelola dengan baik, mulai dari kualitas hingga pemasaran,” jelas Farid.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta dari Desa Hiyang Bana dan sekitarnya, yang sebagian besar merupakan pemuda dan perempuan produktif.
Setiap peserta dibimbing langsung oleh instruktur berkompeten serta dibekali modul pelatihan yang aplikatif, sehingga mereka dapat langsung menerapkan keterampilan di lapangan.
Farid juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap peserta agar dampak pelatihan dapat diukur secara jelas dan program dapat terus diperbaiki.
“Dengan langkah-langkah ini, kami optimistis program perluasan kesempatan kerja melalui DBH DR dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong ekonomi lokal yang lebih mandiri,” pungkasnya.
Penulis: Redha | Editor: Andrian