
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Suyuti Samsul menyebut perlu komitmen bersama dalam mengatasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kalteng. Untuk itu dia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.
Suyuti mengatakan, cara menghindari DBD pertama lebih kepada menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku, kemudian kedua tidak lagi menjadikan fooging sebagai penyelesaian masalah terkait DBD.
“Kenapa fooging tidak lagi dipakai karena penelitian menunjukan bahwa 80 persen wilayah di Indonesia itu resistan sehingga kita buang-buang biaya, buang-buang energi lebih parahnya malah mencemari lingkungan yang mana itu tidak memberikan dampak,” ungkapnya.
Sehingga kata dia, tetap Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) itu adalah cara terbaik untuk mengatasi DBD. Hanya kata dia, hanya 30 persen rumah tangga yang melakukan PSN.
“Karena kita tidak mungkin juga mendatangi setiap rumah untuk memeriksa dan dilakukan PSN tanpa adanya kesadaran dari masyarakat,” imbuh Suyuti.
Pihaknya yakin PSN merupakan upaya untuk menurunkan angka DBD . Suyuti juga mengatakan saat ini sedang dilakukan projek untuk imunisasi.
“Dan sekarang kita sedang menunggu hasilnya, kalau kemudian hasilnya bagus kita akan terapkan di Kalimantan Tengah,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan meskipun biayanya masih mahal karena itu vaksinasi dua kali, yang mana untuk vaksinasi itu memakan biaya Rp1.8 juta sehingga kalau 2,7 juta penduduk itu memakai anggaran sekitar Rp5 triliun.
“Dan itu tentu memberatkan bagi kami pihak Dinas Kesehatan, sehingga tetap bagi kami untuk masyarakat memiliki kesadaran melakukan PSN, karena kan mudah untuk melakukan cukup 3M, Mengubur, Menguras dan Menutup,” jelasnya.
Tetapi memang perlu ada komitmen bersama kata dia,karena untuk melakukan PSN, itulah yang terbaik untuk saat ini.
“Kemudian bagi masyarakat yang menemukan atau mengalami demam yang tidak jelas segera ke Puskesmas terdekat sehingga dapat mengambil tindakan yang diperlukan,” terangnya.
Perlu diingat juga kata dia, tidak semua demam berdarah itu perlu dirawat di Rumah Sakit selama dia tidak mengalami kenaikan suhu demam tinggi tidak terpecah trombosit dan sebagainya, maka cukup di rawat jalan tidak perlu sampai rumah sakit.
Ingat! Pencegahan penyakit demam berdarah sangat penting untuk dilakukan bersama. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu, baju panjang dan celana, repellent, menjaga kesehatan tubuh, menghindari tempat yang rawan terkena penyakit demam berdarah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat mencegah penyebaran penyakit ini. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama melakukan pencegahan demi kesehatan kita dan lingkungan sekitar. (**)
Editor: Irga Fachreza