
INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Anggota DPD RI H. Muhammad Rahman Ebol yakinkan masyarakat bahwa jemaah usia 65 tahun ke atas akan menjadi prioritas pada pemberangkatan musim haji tahun 2024.
“Masyarakat yang belum berangkat haji tahun ini karena usia di atas 65 tahun, Insya Allah akan menjadi prioritas pada musim haji tahun depan,” ujar Muhammad Rahman Ebol, usai menyambut kedatangan jamaah haji di Masjid Agung Pangkalan Bun, Senin (17/7/2023).
Ia menyebut, banyak masyarakat yang bertanya tentang nasib jemaah yang sudah mengantri sekian lama namun belum bisa berangkat untuk menunaikan ibadah haji karena usia yang tidak sesuai ketentuan dari pemerintah Arab Saudi.
“Jangan khawatir mudah-mudahkan pemerintah akan memperjuangkan jemaah ini,” tuturnya.
“Alhamdulillah hari ini jemaah haji asal Kotawaringin Barat sudah kembali, dan hari ini sangat luar biasa, berangkat utuh pulangpun juga utuh tidak kurang dari satu apapun,” sebut Rahman Ebol.
Ia mengatakan, satu kebahagiaan masyarakat Indonesia bisa melaksanakan hajinya dengan aman dan tenang, apalagi dengan biaya yang tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.
“Harapan kami di tahun depan sesuai dengan keputusan kerajaan Arab Saudi dan organisasi dunia di Indonesia ini mendapatkan kouta 221 ribu jamaah haji, jadi cukup besar dan kita harus benar-benar menyiapkan lebih baik dan lebih matang lagi,” harap Rahman Ebol.
Ia akan utamakan yang sudah lanjut usia untuk diberangkatkan. Jemaah dengan usia lanjut yang memerlukan perhatian dan menanti untuk diberangkatkan ibadah menuju tanah suci.
Lebih lanjut, Rahman Ebol berharap agar masyarakat dapat mendoakan untuk kelancaran pelaksanaan haji di tengah kenaikan biaya.
“Saat ini informasi biaya haji ada kenaikan, namun masyarakat hanya membayar rata-rata puluhan juta rupiah, pelayanan baik di dalam negeri dan di tanah suci juga terus ditingkatkan agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyu,” ungkap Rahman Ebol.
“Masyarakat perlu tahu info ini agar dapat menyaring dan meluruskan informasi apalagi jika ada hoax penggunaan dana haji yang bukan untuk kepentingan haji,” pungkasnya.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian