website murah
website murah
website murah
website murah
Pasang Iklan

Agustan Saining: Taman Nasional Kalteng Dikembangkan dengan Konsep Ekowisata

Kadishut Kalteng, Agustan Saining. (Ist)

INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kalimantan Tengah memiliki dua kawasan konservasi yang selama ini dikenal hingga ke mancanegara: Taman Nasional Tanjung Puting dan Taman Nasional Sebangau. Kekayaan hayati yang tersimpan di dalamnya menjadi modal besar bagi pengembangan sektor pariwisata.

Namun, pemerintah tidak ingin pengembangan wisata justru menjadi ancaman baru bagi kawasan konservasi. Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah memilih mendorong konsep ekowisata berbasis alam sebagai arah pengembangan kawasan.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Agustan Saining, mengatakan pendekatan tersebut dinilai paling sesuai dengan karakter kekayaan biodiversitas yang dimiliki daerah ini.

“Baik Taman Nasional Tanjung Puting maupun Taman Nasional Sebangau memiliki nilai ekologis tinggi yang menjadi daya tarik wisatawan, terutama dari mancanegara,” kata Agustan, Kamis, 4 Desember 2025.

Pasang Iklan

Menurut dia, wisata alam di kawasan konservasi harus menempatkan kekayaan ekosistem sebagai daya tarik utama. Hutan, satwa liar, dan bentang alam tidak sekadar menjadi objek yang dilihat wisatawan, tetapi juga harus tetap terjaga.

Salah satu magnet terbesar adalah keberadaan orangutan. Satwa endemik Kalimantan itu selama ini menjadi alasan utama banyak wisatawan datang ke Tanjung Puting maupun kawasan konservasi lainnya.

Agustan mengatakan pengembangan ekowisata tidak hanya berbicara tentang mendatangkan lebih banyak pengunjung. Konsep tersebut juga harus memastikan kelestarian lingkungan tetap menjadi bagian utama dari pengelolaan.

“Ekowisata menjadi pendekatan yang ideal karena tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga mengedepankan pelestarian lingkungan serta keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Keterlibatan masyarakat sekitar dinilai menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata berbasis alam. Kawasan konservasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga yang tinggal di sekitarnya.

“Kurang lebih konsepnya adalah ekowisata alam. Ini yang terus kita dorong agar pengelolaan kawasan tetap lestari dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” kata Agustan.

Pasang Iklan

Namun, menjaga kawasan wisata berbasis alam tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan di sekitarnya. Agustan menyinggung pentingnya menjaga fungsi daerah aliran sungai yang memiliki peran langsung terhadap keberlanjutan ekosistem.

DAS yang tetap berfungsi dengan baik dibutuhkan untuk menjaga ketersediaan air, mengurangi risiko banjir, dan menopang keberlangsungan kawasan hutan.

“Selain itu, penting menjaga kondisi DAS agar tetap berfungsi optimal, mengingat perannya yang vital bagi pengendalian banjir, ketersediaan air, hingga keberlanjutan kawasan hutan,” ujarnya.

Bagi Kalimantan Tengah, pengembangan ekowisata menjadi upaya mencari titik temu antara kepentingan konservasi dan kebutuhan ekonomi.

Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan kunjungan wisata tidak mengorbankan ekosistem yang justru menjadi alasan utama orang datang.

Dengan konsep ekowisata, pemerintah berharap hutan tetap terjaga, keanekaragaman hayati tetap menjadi kekuatan utama, dan masyarakat sekitar dapat memperoleh manfaat dari keberadaan kawasan konservasi.

Editor: Andrian

Berita Rekomendasi
Pasang Iklan
Halo Sahabat Intimnews

Pastikan Selalu Update Berita Terbaru

Pasang Iklan Ikuti Saluran
error: Content is protected !!