
INTIMNEWS.COM – Kondisi penanganan Covid-19 di Sulsel belum menunjukkan hasil positif. Bahkan jumlah pasien positif makin bertambah. Hingga, Kamis (18/6), jumlah pasien positif di Sulsel mencapai 1973 kasus.
Kota Makassar bahkan menjadi episentrum penyebaran virus corona baru alias covid-19 di Sulsel. Lebih dari separuh kasus corona di Sulsel terjadi di kota berjuluk Angin Mamiri. Total positif covid-19 di Makassar sudah menembus 1.909 kasus.
“Silakan Makassar lakukan kembali PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dengan aturan yang jelas dan tegas. TNI/Polri terlibat aktif dengan melibatkan semua elemen masyarakat sehingga sosialisasi dan edukasi tetap berjalan,” kata Dewan Pembina Yayasan Gerak Bersama Indonesia (YGBI), Andi Yuslim Patawari (AYP).
AYP menyebutkan, kasus positif corona di Makassar semakin bertambah tiap hari. Bahkan kata dia, kehadiran Kepala BNPB dan Ketua Umum PMI saat kunker ke Makassar harusnya menjadi sebuah perhatian yang serius.
“Kami dari YGBI melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan memasang Baligho jaga Jarak Jaga Sesama Jaga makassar sebagai bukti kepedulian kami untuk mengingatkan masyarakat bahwa salah satu cara mencegah Penyebaran Covid-19 dengan jaga jarak,” ujarnya.
AYP juga menyarankan agar Pangdam menjadi Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 di Sulsel agar ada ketegasan dalam penerapan aturan. “Gubernur tetap menjadi ketua dan menugaskan Pangdam menjadi ketua harian. Saya pikir ini tidak melanggar,” jelasnya. (*)